SANG PENYAIR KELAM
Di denting ini
Ku cuba menafakuri
Sebuah alur yang
terselip dalam bait
Parau suaraku ditelan
lembah yang lalu
Mendapati keterasingan
dibalut cekam
Dan tangan beku waktu
menyeret geram
Biarlah imagi mengisah resah
Potongan-potongan sajak
yang melonjat
Lalu menari dengan irama jiwa.
Duhai yang teralamatkan
Mengapa kau tinggalkan
rindu yang meracun
dengan buai khayal
Wahai paduka rinduku
Engkaulah dunia renungku
Dan aku hanyalah
sang penyair kelam yang
pintalan sajaknya tergantung
di langit pilu untuk
disenandungkan badai rindu.
SANG PENYAIR KELAM
Di denting ini
Ku cuba menafakuri
Sebuah alur yang
terselip dalam bait
Parau suaraku ditelan
lembah yang lalu
Mendapati keterasingan
dibalut cekam
Dan tangan beku waktu
menyeret geram
Biarlah imagi mengisah resah
Potongan-potongan sajak
yang melonjat
Lalu menari dengan irama jiwa.
Duhai yang teralamatkan
Mengapa kau tinggalkan
rindu yang meracun
dengan buai khayal
Wahai paduka rinduku
Engkaulah dunia renungku
Dan aku hanyalah
sang penyair kelam yang
pintalan sajaknya tergantung
di langit pilu untuk
disenandungkan badai rindu.

Komentar
Posting Komentar