SANG PENYAIR KELAM Di denting ini Ku cuba menafakuri Sebuah alur yang terselip dalam bait Parau suaraku ditelan lembah yang lalu Mendapati keterasingan dibalut cekam Dan tangan beku waktu menyeret geram Biarlah imagi mengisah resah Potongan-potongan sajak yang melonjat Lalu menari dengan irama jiwa. Duhai yang teralamatkan Mengapa kau tinggalkan rindu yang meracun dengan buai khayal Wahai paduka rinduku Engkaulah dunia renungku Dan aku hanyalah sang penyair kelam yang pintalan sajaknya tergantung di langit pilu untuk disenandungkan badai rindu.