Apa gunanya masa muda kalau tidak untuk memperjuangkan cita-cita besar dan membalas budi orangtua? Biarlah tulang mudaku ini remuk dan badanku susut. Aku ikhlas mengorbankan masa muda yang indah seperti dinikmati kawan-kawanku. Karena itu aku tidak boleh lemah. Aku harus keras pada diriku sendiri. Pedih harus aku rasai untuk tahu benar rasanya senang. Harus berjuang melebihi rata-rata orang lain. Man Jadda Wajadda! Pasti Bisa .. "Kepedulian yang terlembut bukan sekadar rasa ingin tahu. Kepedulian terlembut kadang tampil dalam bentuk kesadaran bahwa mungkin kita belum perlu tahu sampai tiba suatu waktu nanti. Maka, kesabaran akan menuntun kita untuk tahu, disaat yang tepat, dengan cara yang paling indah. Begitulah kita belajar dari Khadijah, belajar untuk mengerti dengan kesabaran dan kelembutan hati...